Terima Kasih Atas Kunjungan Anda di Blog Kami
Showing posts with label PTK. Show all posts
Showing posts with label PTK. Show all posts

Saturday, 5 May 2012

PTK : Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca Dengan Menggunakan Metode Klos Siswa Kelas XI IPA SMA XXX


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah
            Berdasarkan pengalaman peneliti pembelajaran membaca baik yang dialami sendiri maupun yang diketahui selama ini, model pembelajarannya selalu mengacu pada apa yang ada pada buku paket. Teknik pengajaran membaca yang ada umumnya membaca pemahaman. Banyak teknik pengajaran yang selama ini tidak dipergunakan untuk melatih keterampilan membaca. Teknik-teknik itu antara lain teknik uji rumpang. Kenyataan yang terjadi di samping kemampuan dan keterampilan yang kurang pada siswa, pengajaran membaca selalu mengacu pada teknik yang ada pada buku tersebut. Dengan demikian para siswa beranggapan pengajaran membaca tujuannya semata-mata menjawab pertanyaan, mencari kata istilah yang sulit dan lain-lain. Hal ini dihadapi para siswa dengan proses yang amat lain.

PTK : Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jerman Dengan Menggunakan Role Play Siswa Kelas XI Bahasa SMA XXX


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar  Belakang Masalah
Bahasa Jerman merupakan mata pelajaran yang baru dikenal oleh siswa SMA di kelas X program Inti dengan durasi waktu 2 x 45 menit setiap minggu. Materi yang diajarkan relatif masih sederhana yakni bagaimana memperkenalkan diri dan orang lain serta bagaimana percakapan di sekolah. Sedangkan di kelas XI  program bahasa ada penambahan jam mengajar yakni 4 x 45 menit. Perlu juga diketahui bahwa siswa-siswa yang masuk ke dalam kelas bahasa mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, ada yang karena memang menjadi pilihan pertama pada saat memilih program di kelas XI, tetapi kebanyakan mereka terpaksa masuk kelas bahasa oleh karena tidak lulus kriteria penetapan penjurusan baik IPA maupun IPS.

PTK : Penggunaan Media Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Irisan Bidang dengan Bangun Ruang pada Siswa Kelas X SMA XXX


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Matematika umumnya didominasi oleh pengenalan rumus-rumus serta konsep-konsep secara verbal, tanpa ada perhatian yang cukup terhadap pemahaman siswa. Disamping itu proses belajar mengajar hampir selalu berlangsung dengan metode “chalk and talk” guru menjadi pusat dari seluruh kegiatan di kelas (Somerset, 1997 dalam Sodikin, 2004:1).
Pembelajaran matematika sering diinterpretasikan sebagai aktivitas utama yang dilakukan guru, yaitu guru mengenalkan materi, mungkin mengajukan satu atau dua pertanyaan, dan meminta siswa yang pasif untuk aktif dengan memulai melengkapi latihan dari buku teks, pelajaran diakhiri dengan pengorganisasian yang baik dan pembelajaran selanjutnya dilakukan dengan sekenario yang serupa.

PTK : Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan ciri-ciri bangun persegi dan persegi panjang Melalui Penggunaan Alat Peraga puzzle Pada Siswa Kelas V Semester II, SDN XXX


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Keberhasilan pendidikan berorientasi pada kemampuan setiap anak didik Hal ini tidak terlepas dari tiga aspek dalam pendidikan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Tiga hal ini yang menunjang terlaksananya tiga pilar pendidikan. Tiga pilar tersebut adalah belajar untuk mengetahui, belajar untuk melakukan, dan belajar untuk hidup bersama.
Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diprioritaskan. Hal ini terbukti dengan pelajaran matematika selalu diikutkan dalam ujian nasional. Sehingga banyak lembaga-lembaga bimbingan membantu siswa yang merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran ini.

PTK : Meningkatkan Pemahaman dan prestasi siswa tentang Nama atau letak Propinsi melalui metode Demonstrasi Tempel nama propinsi pada peta buta dalam kelompok Pada Pembelajaran PKn Kelas V SDN xxx


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Kondisi pembelajaran yang aktif  merupakan impian guru dalam mengajar. Untuk mewujudkan hal tersebut suatu strategi pembelajaran yang direncanakan oleh seorang guru dengan mengedepankan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Diharapkan dengan kegiatan belajar yang menekankan keaktifan siswa mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran aktif tersebut guru menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat dan afektif. Diharapkan guru dapat mengatur proses belajar mengajar yang meliputi : waktu, pemilihan pendekatan, indicator, sarana dan prasarana pembelajaran, penilaian, hasil belajar dll.

PTK : Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa terhadap Mata Pelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Melalui Penerapan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas IV SDN XXX


BAB 1
PENDAHULUAN
         
A. LATAR BELAKANG
     Orientasi pendidikan mengarah pada kemampuan setiap anak didik dalam mengaitkan kualitas manusia. Hal ini tidak terlepas dari tiga aspek dalam pendidikan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Tiga hal ini yang menunjang terlaksananya tiga pilar pendidikan. Tiga pilar tersebut adalah belajar untuk mengetahui, belajar untuk melakukan, dan belajar untuk hidup bersama.

     Keberhasilan siswa selama ini diukur dari seberapa tinggi prestasi atau keberhasilan belajar yang dicapai oleh siswa. Hal ini tidak terlepas dari beberapa factor, diantaranya adalah minat siswa untuk belajar. Misalnya pada pelajaran matematika yang tidak sedikit siswa kurang berminat mengikutinya.

PTK : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang Energi di Kelas IV SD Negeri xxxxx Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, sedangkan siswa duduk diam mendengarkan ceramah dari guru, mengerjakan latihan di Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian mengumpulkannya. Siswa kurang mendapatkan kesempatan mengungkapkan pikiran atau pendapatnya, terlebih jika pendapatnya berbeda dengan guru.
Sampai saat ini masih banyak guru melakukan pembelajaran tradisional yang mengutamakan ceramah walaupun KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) telah bergulir. Ada beberapa keuntungan menerapkan pembelajaran tradisional antara lain semua materi yang direncanakan cepat selesai, guru dapat menentukan apa yang harus dipelajari dan yang tidak dipelajari siswa. Siswa mendapatkan penjelasan terhadap materi atau konsep secara lebih detail dari guru. Penyampaian hal-hal penting juga dapat dilakukan oleh guru, dengan lebih mudah dan keadaan kelas lebih terkendali.

PTK : METODE TEHNIK MENCARI PASANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN MOTIVASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 2 XXX


BAB  I
 PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah.
      Tercapainya tujuan Pendidikan di Indonesia tidak dapat terlepas dari peran guru , siswa , masyarakat maupun lembaga terkait lainnya. Sebagai salah satu upaya peningkatan kwalitas pendidikan menuju tercapainya tujuan tersebut perlu disampaikan suatu upaya perbaikan sistim pembelajaran  inovatif yang merangsang siswa untuk mencintai yang akhirnya mau mempelajari secara seksama terhadap suatu mata pelajaran.
Mata pelajaran sejarah dalam konsep umum seringkali dipandang sebagai mata pelajaran hafalan yang membosankan  hal tersebut dapat kita ihat dari adanya ketidak tuntasan  siswa kelas X saat ulangan harian pada masing-masing kompetensi dasar, sehingga para guru sejarah harus mulai mengembangkan sistim pembelajaran inofativ untuk membangkitkan minat siswa terhadap pelajaran sejarah.

Hal tersebut yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian yang diberi judul  “ METODE TEHNIK MENCARI PASANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN MOTIVASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 2 XXX  “

Wednesday, 2 May 2012

Modul Pelatihan Pembuatan PTK


 


MODUL PELATIHAN


PENELITIAN TINDAKAN KELAS(PTK)
KABUPATEN BANJARNEGARA
Banjarnegara, 28 Maret 2010

PTK : Upaya Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Teks Berbentuk Procedure Melalui Model Pembelajaran Make a Match di Kelas IX SMP


BAB I
PENDAHULUAN
 1.1.Latar Belakang
Penguasaan kemampuan Bahasa Inggris (language skill) merupakan sebuah syarat mutlak yang harus dimiliki di era komunikasi dan globalisasi saat ini. Pembelajaran Bahasa Inggris (Language Learning) di jenjang SMP merupakan materi pokok sebagai bagian dari fungsi pengembangan diri siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni yang  diharapkan setelah menamatkan studi, Mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi individu yang cerdas, terampil dan berkepribadian sebagai bekal hidup di masa mendatang.

PTK : Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa terhadap Mata Pelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Melalui Penerapan Metode Kerja Kelompok Siswa


BAB 1
PENDAHULUAN
         
A. LATAR BELAKANG
     Orientasi pendidikan mengarah pada kemampuan setiap anak didik dalam mengaitkan kualitas manusia. Hal ini tidak terlepas dari tiga aspek dalam pendidikan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Tiga hal ini yang menunjang terlaksananya tiga pilar pendidikan. Tiga pilar tersebut adalah belajar untuk mengetahui, belajar untuk melakukan, dan belajar untuk hidup bersama.

     Keberhasilan siswa selama ini diukur dari seberapa tinggi prestasi atau keberhasilan belajar yang dicapai oleh siswa. Hal ini tidak terlepas dari beberapa factor, diantaranya adalah minat siswa untuk belajar. Misalnya pada pelajaran matematika yang tidak sedikit siswa kurang berminat mengikutinya.

     Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diprioritaskan. Hal ini terbukti dengan pelajaran matematika selalu diikutkan dalam ujian nasional. Sehingga banyak lembaga-lembaga bimbingan membantu siswa yang merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran ini.

Wednesday, 28 December 2011

PTK ; Upaya Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Teks Berbentuk Procedure Melalui Model Pembelajaran Make a Match

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
Penguasaan kemampuan Bahasa Inggris (language skill) merupakan sebuah syarat mutlak yang harus dimiliki di era komunikasi dan globalisasi saat ini. Pembelajaran Bahasa Inggris (Language Learning) di jenjang SMP merupakan materi pokok sebagai bagian dari fungsi pengembangan diri siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni yang  diharapkan setelah menamatkan studi, Mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi individu yang cerdas, terampil dan berkepribadian sebagai bekal hidup di masa mendatang.
Penguasan materi pelajaran Bahasa Inggris dalam jenjang SMP meliputi empat keterampilan berbahasa, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Semua itu didukung oleh unsur-unsur bahasa lainnya, yaitu: Kosa Kata, Tata Bahasa dan Pronunciation sesuai dengan tema sebagai alat pencapai tujuan. Dari ke empat keterampilan berbahasa di atas, Writing (menulis)  merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang dirasa sering menjadi masalah bagi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Hal tersebut sangat menarik untuk diteliti mengingat kemampuan menulis (writing ability) sangatlah dipengaruhi oleh penguasaan kosa kata, struktur bahasa dan kemampuan siswa dalam merangkai kata menjadi sebuah teks yang berterima. Perbedaan secara grammatical antara bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama merupakan masalah yang sering timbul pada saat belajar menulis. Kemampuan mengungkapkan makna dalam langkah retorika dalam essai pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedure dan report adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP).